SALAMU AHLIL JANNAH

Sabtu, 08 Januari 2011

Renungkan dan Bersyukurlah

Hendaknya engkau senantiasa merenungkan berbagai nikmat yang Allah curahkan padamu yang datang dari segala penjuru, baik yang datang dari atas maupun yang datang dari bawah. “Jika kalian menghitung nikmat Allah, kalian tidak akan mampu melakukannya” (QS Ibrahim: 34).  Begitulah bunyi firman Allah. Kesehatan, kedamaian, makanan, pakaian, sandang, tempat tinggal, udara, dan air Allam limpahkan untukmu tanpa ada yang bisa menghitung dan membilangkannya. Tanpa kau sadari sebenarnya engkau telah menggenggam dunia dan menguasai kehidupan. “Dia telah mencurahkan nikmat-Nya kepadamu baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat” (QS Luqman: 20). Engkau memiliki kepala dengan dua mata, lisan, dan dua bibir, dua tangan, serta sepasang kaki.  Allah befirman, “Lalu, nikmat Tuhanmu yang mana lagi  yang kamu dustakan” (QS ar-Rahman).
Apakah menurutmu sepele ketika engkau bisa berjalan dengan kedua kaki, padahal banyak kaki lain yang lumpuh? Apakah sepele engkau bisa bertumpu di atas kedua betis, sementara banyak betis lain yang harus mengalami amputasi?! Apakah sepele ketika engkau bisa tidur nyenyak, sementara banyak orang lain yang tidak bisa tidur lantaran sakit dan harus terlebih dahulu mengonsumsi obat?! Apakah menurutmu sepele ketika engkau bisa mengisi perut dengan makanan lezat serta mereguk minuman yang dingin dan segar, sementara orang lain tidak mendapatkan makanan dan minuman sepertimu?! Renungkan bahwa ternyata pendengaranmu tidak tuli, penglihatanmu tidak buta, kulitmu tidak terkena penyakit sopak dan lepra, serta akalmu yang masih waras; tidak gila. Semua ini merupakan nikmat yang harus disadari, diakui, dan disyukuri.
Maukah matamu ditukar dengan segunung emas? Maukah engkau menjual pendengaranmu dengan harta berupa perak sebanyak satu bukit? Maukah engkau membeli istana yang indah dengan lisanmu namun kemudian engkau menjadi bisu? Maukah engkau menukar kedua tanganmu dengan kalung mutiara dan permata? Jadi, dengan demikian begitu banyak dan melimpah nikmat yang ada padamu. Jumlahnya tak terhitung dan tak terkira.  Hanya saja, engkau tidak sadar. Engkau selalu risau, sedih, dan gelisah, padahal engkau masih bisa menikmati sepotong roti hangat, air dingin, tidur nyenyak, dan berada dalam kondisi sehat. Engkau meratapi sesuatu yang tiada, sementara lupa bersyukur terkait dengan apa yang ada. Engkau risau dengan kerugian harta yang diderita, padahal di tanganmu terdapat kunci kebahagiaan serta limpahan nikmat dan kebaikan.
Renungkan dan bersyukurlah! “Pada dirimu (terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah), apakah engkau tidak melihatnya.” (QS adz-Dzariyat: 21). Renungkanlah kondisi dirimu, kondisi  keluargamu yang baik, harmonis, dan damai, rumahmu yang lapang, pekerjaanmu yang mendatangkan ketenangan, kesehatanmu yang mendatangkan kesegaran, teman-temanmu yang mendatangkan keceriaan, dan dunia di sekitarmu. “Mereka menyadari  nikmat Allah, namun kemudian mengingkarinya.” (QS an-Nahl: 83).
Aidh Al-Qarni

Tidak ada komentar: