SALAMU AHLIL JANNAH

Kamis, 27 Januari 2011

"DUNIA BIARKAN ISRAEL LOLOS DENGAN KEJAHATANNYA"

Seorang aktivis hak asasi manusia mengatakan bahwa Israel akan melanjutkan kejahatannya terhadap kemanusiaan karena masyarakat internasional membiarkan rezim Israel lolos dari pembunuhan berdarahnya.
Dalam sebuah wawancara dengan Press TV, aktivis HAM Ken O’Keefe, yang berada di atas flotilla bantuan tujuan Gaza yang diserang oleh pasukan Israel di bulan Mei, mengecam masyarakat internasional karena membiarkan Israel "lolos dari pembunuhan berulangkali tanpa hukuman apapun."
"Aku mencemooh dunia seperti PBB, Uni Eropa, dan AS karena kita telah membiarkan Israel lolos dengan pembunuhan berdarah selama bertahun-tahun," ujar O’Keefe.
"Itu tentu saja akan membuat Israel berpikir bahwa apapun yang mereka lakukan adalah legal," ujar O’Keefe.
Aktivis itu mengatakan bahwa dia berada di atas kapal Mavi Marmara ketika pasukan Israel menyerbu kapal dan "mengeksekusi orang-orang dengan dingin."
Pasukan Israel membunuh sembilan aktivis, sebagian besar warga negara Turki, dan melukai 50 lainnya.
Israel baru-baru ini merilis sebuah laporan tentang penyelidikan yang dilakukan oleh komite investigasi Israel, membela serangan laut di Jalur Gaza dan memutuskan untuk mencegah flotilla itu dari mencapai wilayah blokade, mengatakan bahwa serangan itu legal.
"Mereka tidak hanya membunuh orang-orang, mereka mengeksekusi orang-orang dengan dingin termasuk Furkan Dogan, yang terus mereka sebut di media liberal Barat sebagai warga negara Turki, tapi dia sebenarnya adalah warga negara Turki Amerika," ujar O’Keefe.
"Presiden AS Barack Obama dan pemerintah Barat terus berpura-pura seolah salah satu warga negara mereka tidak dieksekusi," ujar aktivis HAM itu menyimpulkan.
Sementara itu, sebuah komite Turki yang menyelidiki serangan Israel terhadap konvoi bantuan Gaza, Freedom Flotilla, mengecam penggunaan kekuatan militer tersebut.
Komite merilis temuan awalnya pada hari Minggu (23/1), mengatakan bahwa "Militer Israel menggunakan kekuatan berlebihan terhadap Mavi Marmara."
Penyidik Turki, yang mewawancara aktivis kampanye HAM Turki dan asing di Flotilla itu, mengatakan bahwa kekuatan yang digunakan terhadap Mavi Marmara "melebihi batas kepantasan dan keperluan."
Komite mengkritik ketidakseimbangan serangan dan menyerukan Tel Aviv untuk memberikan kompensasi pada korban serangan yang selamat.
Sumber Klik Disini

Senin, 10 Januari 2011

Shaleh Lahir dan Bathin

Abu Yazîd mendengar keberadaan seorang wali. Iapun mendatanginya untuk berziarah. Ketika sampai ia melihat wali yang dimaksud meludah ke arah kiblat. Melihat hal itu, Abu Yazîd segera kembali dan tidak jadi menemuinya. Ia berkomentar, “Orang ini tidak menjaga salah satu sunnah, bagaimana ia akan dipercaya untuk menjaga rahasia kewalian. Ketidaksalehan lahiriahnya menjadi petunjuk atas ketidaksalehan batinnya. Pasalnya, sisi lahir menjadi petunjuk tentang sisi batin. Siapa yang tidak mampu menjaga aspek lahiriah syariat bagaimana mungkin bisa beribadah dengan aspek batiniah tarekat.
Karena itu, kaum arif berkata, “Tanda sehatnya kondisi hati adalah istikamah dalam perilaku dan amal perbuatan.” Abu Sa’îd al-Kharrâz ra berkata, “Setiap batin yang ditentang oleh sisi lahir adalah batil.”
Ucapan di atas menunjukkan bahwa batin yang baik adalah yang disertai baiknya lahir. Ketika kalbu bersih, cahayanya akan memancar kepada tubuh. Petunjuk yang paling utama adalah menjaga waktu, selalu melaksanakan salat secara berjamaah, menjaga indera dari sesuatu yang sia-sia, menyuruh kepada kebaikan, mencegah kemungkaran, mengasihi makhluk, berpaling dari dunia, menunjukkan akhlak yang baik kepada semua orang dengan memperlakukan setiap orang sesuai kedudukannya, membalas keburukan dengan kebaikan, menyambung hubungan dengan orang yang memutuskannya, memberi kepada yang kikir, serta memaafkan orang yang berbuat zalim kepadanya.
Jika ada yang berbuat buruk kepadanya atau melakukan perbuatan tercela, ia mendoakan pelakunya dengan berkata, “Ya Allah berikan petunjuk kepada Fulan sebab ia tidak mengetahui.” Hal itu mencontoh karakter Nabi saw; sosok terbaik dalam menuntun kepada kebenaran di mana seperti diketahui orang-orang kafir telah membuat kepala beliau terluka dan gigi beliau tanggal. Karenanya, para sahabat berujar, “Doakan mereka binasa wahai Rasulullah!” Namun beliau malah berdoa, “Ya Allah, berikan petunjuk kepada kaumku karena mereka tidak mengetahui.(HR ad-Daylami)
Perbuatan ini bersumber dari kondisinya yang telah mencapai kesempurnaan tauhid. Suatu ketika seorang tentara memukul kepala Ibrâhîm ibn Adham ra. ketika mengetahui bahwa yang dipukul adalah Ibrâhim ibn Adham, tentara tadi segera mencium tangannya dan meminta maaf. Namun, Ibrâhîm malah berkata, “Ketika pertama kali memukulku aku sudah mendoakan kebaikan untukmu.”
“Mengapa bisa demikian?”
“Sebab engkau telah menjadi sebab bagi masuknya diriku ke dalam sorga dengan perbuatan ini. Karenanya, aku tidak mau menjadi sebab yang mengantarmu ke dalam neraka.” Tentara itu baru paham ketika mendengar ucapan Ibrâhîm ibn Adham ra.
Wahai saudaraku, perhatikanlah ucapan yang keluar dari sang arif di atas. Andaikan ia berkata kasar, tentu takkan mendapatkan anugerah semacam itu. Oleh sebab itulah Allah menggambarkan Nabi-Nya dengan barkata, “Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan yang ada.” (QS Ali Imran: 159)
Ayat tersebut menjelaskan bahwa tidak bersikap kasar, memaafkan saudara, memberikan ampun kepada mereka, serta mengajak mereka bermusyawarah termasuk akhlak terpuji yang dimiliki Muhammad saw yang menunjukkan agungnya kedudukan orang yang berhiaskan akhlak tersebut.
Wahai saudaraku, berusahalah untuk mengikuti sosok yang kilau kemuliaan akhlak tersebut memancar darinya. Berkumpullah dengan kelompoknya serta hendaknya engkau senantiasa berada di sisinya baik di waktu pagi maupun petang. Janganlah mendekati orang yang sejumlah bukti menunjukkan kepalsuannya, lalu keluar mengajari manusia sebelum menerima karunia-Nya.
Ibn Alan

Sabtu, 08 Januari 2011

Renungkan dan Bersyukurlah

Hendaknya engkau senantiasa merenungkan berbagai nikmat yang Allah curahkan padamu yang datang dari segala penjuru, baik yang datang dari atas maupun yang datang dari bawah. “Jika kalian menghitung nikmat Allah, kalian tidak akan mampu melakukannya” (QS Ibrahim: 34).  Begitulah bunyi firman Allah. Kesehatan, kedamaian, makanan, pakaian, sandang, tempat tinggal, udara, dan air Allam limpahkan untukmu tanpa ada yang bisa menghitung dan membilangkannya. Tanpa kau sadari sebenarnya engkau telah menggenggam dunia dan menguasai kehidupan. “Dia telah mencurahkan nikmat-Nya kepadamu baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat” (QS Luqman: 20). Engkau memiliki kepala dengan dua mata, lisan, dan dua bibir, dua tangan, serta sepasang kaki.  Allah befirman, “Lalu, nikmat Tuhanmu yang mana lagi  yang kamu dustakan” (QS ar-Rahman).
Apakah menurutmu sepele ketika engkau bisa berjalan dengan kedua kaki, padahal banyak kaki lain yang lumpuh? Apakah sepele engkau bisa bertumpu di atas kedua betis, sementara banyak betis lain yang harus mengalami amputasi?! Apakah sepele ketika engkau bisa tidur nyenyak, sementara banyak orang lain yang tidak bisa tidur lantaran sakit dan harus terlebih dahulu mengonsumsi obat?! Apakah menurutmu sepele ketika engkau bisa mengisi perut dengan makanan lezat serta mereguk minuman yang dingin dan segar, sementara orang lain tidak mendapatkan makanan dan minuman sepertimu?! Renungkan bahwa ternyata pendengaranmu tidak tuli, penglihatanmu tidak buta, kulitmu tidak terkena penyakit sopak dan lepra, serta akalmu yang masih waras; tidak gila. Semua ini merupakan nikmat yang harus disadari, diakui, dan disyukuri.
Maukah matamu ditukar dengan segunung emas? Maukah engkau menjual pendengaranmu dengan harta berupa perak sebanyak satu bukit? Maukah engkau membeli istana yang indah dengan lisanmu namun kemudian engkau menjadi bisu? Maukah engkau menukar kedua tanganmu dengan kalung mutiara dan permata? Jadi, dengan demikian begitu banyak dan melimpah nikmat yang ada padamu. Jumlahnya tak terhitung dan tak terkira.  Hanya saja, engkau tidak sadar. Engkau selalu risau, sedih, dan gelisah, padahal engkau masih bisa menikmati sepotong roti hangat, air dingin, tidur nyenyak, dan berada dalam kondisi sehat. Engkau meratapi sesuatu yang tiada, sementara lupa bersyukur terkait dengan apa yang ada. Engkau risau dengan kerugian harta yang diderita, padahal di tanganmu terdapat kunci kebahagiaan serta limpahan nikmat dan kebaikan.
Renungkan dan bersyukurlah! “Pada dirimu (terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah), apakah engkau tidak melihatnya.” (QS adz-Dzariyat: 21). Renungkanlah kondisi dirimu, kondisi  keluargamu yang baik, harmonis, dan damai, rumahmu yang lapang, pekerjaanmu yang mendatangkan ketenangan, kesehatanmu yang mendatangkan kesegaran, teman-temanmu yang mendatangkan keceriaan, dan dunia di sekitarmu. “Mereka menyadari  nikmat Allah, namun kemudian mengingkarinya.” (QS an-Nahl: 83).
Aidh Al-Qarni